Minggu, 17 Mei 2020

Titik Ba'

MENCARI ILMU TITIK BA

Yang dimaksud Ilmu Titik Ba itu ialah ilmu Ma'rifatullah dan ilmu ini bukan ilmu yang sembarangan didapat. Ada syaratnya ada gurunya ada usahanya.

Bukan dengan cara membaca ilmu hakikat lalu kita telah ma'rifat itu namanya masih meraba-raba, menebak-nebak dan berprasangka semata, bukan makrifat buah dari perjalanan sendiri, hingga merasakan dan mengalami sebdiri.

Ilmu ma'rifat ialah ilmu yang pernah Allah ajarkan dahulu tatkala kita masib berada di "Alam Syahadah" yaitu alam sebelum alam rahim ibu.

“Kuntu kanzan makhfiyyan wa ahbabtu an u’rafu fa khalaqtu al-khalq li ya’rifuni”
(Aku ialah khazanah yang tersembunyi, dan Aku ingin dikenal, maka Kuciptakan makhluk untuk mengenal-Ku).

Namun ilmu ini terlepas saat kita terlahir kedunia, dan musti kita cari kembali sebelum meninggal dunia. Ilmu yang wajib kita pelajari untuk sampai ke hadiratNya, yaitu Ilmu Hakikat dan Makrifat.

Firman Allah dalam Al-Quran :
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. (Mengenal-Ku)” (QS. Adz-Dzariyaat 51: 56)

Seluruh isi kandungan Kitab Al-Qur'an itu terangkum dalam Surat Alfatihah, dan rangkuman Alfatihah itu ada di Bismillah, dan seluruh rangkuman Bismillah itu terangkum didalam "Titik" didalam Ba.

Misalkan air laut dijadikan tinta, dan daun-daun diseluruh jagat ini dijadikan kertasnya, masih belum cukup untuk menuliskan ilmu Allah.

Ilmu Allah itu luas, engkau tidak akan pernah bisa menyelami semua ilmuNya karena keluasanNya, yang harus engkau lakukan saat ini hanyalah perlu memahami satu titik saja untuk memahami keluasanNya, di titik Ba itu.

Sayyidina Ali berkata :
“Aku adalah titik di bawah huruf Ba pada Basmalah”.

Huruf Ba tanpa Titik ibarat Dzattul Haq Allah yang sudah ada ketika segala sesuatunya belum ada atau belum diciptakan yang selanjutnya karna Dzattulhaqq inilah tercipta Alam semesta atau tercipta segala sesuatunya menjadi ada.

Tanda titik didalam huruf Ba itu berjumlah satu, misalnya titik itu diberikan pada huruf Nun, bentuk huruf nun sama dengan huruf Ba kecuali beda letak titik. Bila titik disimpan diatas, maka disebut Nun. Bila disimpan dibawah, maka disebut Ba.

Sebelum Dia menciptakan Alam semesta, lebih dahulu Dia menciptakan kalam. Kalam tersebut diperintahkan oleh-Nya untuk mencatat semua khazanah-Nya. Titik Nun melambangkan khazanah yang tersembunyi itu (kuntu kanzan makhfiyyan).

Titik Nun lalu diturunkan sehingga dia tidak lagi dilingkupi oleh sebuah wadah. Ketika itu nun berubah menjadi Ba, dengan tujuan agar khazanah-Nya dapat dikenal (wa ahbabtu an u’rafu). Setelah itu, Allah menciptakan makhluk (fa khalaqtu al-khalq), sehingga Dia dapat dikenali.

Dikatakan oleh para sufi bahwa Allah menyimpan semua ilmu pada huruf Ba dalam ungkapan yang berbunyi :
"Bi Kana Wa Ma Kana. Bi Yakunu Wa Ma Yakunu. Fa Wujudul ‘Awalimi Bi"
Artinya: "Hanya dengan izin-Ku segala sesuatu yang telah ada itu dapat terwujud, dan hanya dengan izin-Ku sajalah semua yang akan ada dapat terwujud."

Atau sederhananya.
"BI KANA MA KANA, BI YAKUNU MA YAKUNU, FAWUJUDUL AWALIMI BI" (Dengan AKU ada apa saja yang telah ada dan dengan AKU akan ada apa saja yang akan ada maka semua alam ini adalah denganKU)

1) Bi kana ma kana Maksudnya: BersamaKU ada apa yang telah ada. apa yang telah ada? Nur Ala Nur  (Nurullah) kemudian di ikuti dengan..

2) Bi kanu ma yakunu Maksudnya: BersamaKU akan ada apa saja yang akan ada. Apakah yang akan ada? Nur Muhammad, Asal Kejadian atau hakikat Muhammad yang berasal dari Wujud, Ilmu, Nur, Shuhud.
Yakni asal Wujud daripada Dzat, asal Ilmu daripada Sifat, asal Nur Daripada Asma dan asal Shuhud daripada Af’al yang semuanya asal daripada Allah. Lalu kepada..

3) Fa wujudul ‘awalimi bi Maksudnya: Adanya sekalian alam ini adalah denganKU.

Sehingga dengan demikian lebih jelasnya bahwa wujud alam dan seluruh isinya hanyalah karena izin Allah dan hakikat segala perwujudan ini adalah atas nama Allah belaka.

Semua itu, menandakan bahwa Allah berkenan bahkan senang apabila perbuatan, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya dikenal oleh manusia. Jadi, titik Ba pada bismillah merupakan pintu gerbang dan sekaligus gudang yang menyimpan segala khazanah-Nya.

Wallahu a'lam

Sabtu, 16 Mei 2020

Junaid, tentang fana

Syibli meriwayatkan : Aku pergi mengunjungi Abul Husain Ahmad an-Nuri. Aku dapati ia sedang bermeditasi dan tak sehelai rambutnya pun yang bergerak.

“Dari siapakah engkau belajar meditasi yang seperti ini?,” aku bertanya kepadanya.

“Dari seekor kucing yang duduk di lubang tikus,” jawab Abul Husain Ahmad an-Nuri. Binatang itu malah lebih tenang daripada aku.”

Hal ini akan berdampak pula dalam kehidupannya orang bijak ini akan terlepas dari pahala sebab akibat, mencapai tahap yang teramat stabil dan ketenangan luar biasa (tak tergoyahkan oleh fenomena apapun juga).

Abu 'l-Husain al-Nuri adalah penduduk asli Baghdad. Dia adalah seorang teman al-Junaid dan tokoh Sufi seperti Abu Bakr asSyibli dan Huseyn Manshur al-Hallaj di wilayah tersebut.

Namanya "Nuri" berarti "Manusia Cahaya"

Al-Nuri taat beragama dan memiliki temperamen pertapa. Dikatakan bahwa ketika dia berangkat kerja di pagi hari, dia akan membeli beberapa roti dan kemudian membagikannya kepada orang miskin dalam perjalanannya. Dia kemudian akan pergi ke masjid dan berdoa sampai tengah hari sebelum tiba di tempat kerja - tidak pernah makan makanan untuk dirinya sendiri.

Tetapi bahkan dengan belas kasih dan perjuangannya, pada titik tertentu ia menjadi frustrasi karena ia masih diterpa hasrat dan tidak menembus kebenaran batin mistik. Dia kemudian membuat tekad kuat untuk mengikuti kehendak Tuhan dalam segala hal dan tidak terganggu oleh kenyamanan dan keinginan. Dia bertekad untuk menghadapi setiap aspek dirinya, bahkan mempertimbangkan kemungkinan bahwa usaha keras dan kerja kerasnya di masa lalu adalah kemunafikan - sebuah tekad untuk menyingkirkan semua kepalsuan dan penghalang antara dirinya dan Tuhan.

Dalam proses ini, dia mulai menyadari bahwa pikiran kedagingan, diri yang palsu, dan keakuan, mengklaim sebagian dari semua yang disentuh hati. Jadi, ketika Tuhan mengirimkannya wawasan ilahi, identitas yang mencengkeram ini mencuri sebagian darinya - yang menjelaskan kemiskinan pengalaman mistiknya sampai titik itu.

Tentang perjalanan spiritualnya:
Pernah ku dengar bahwa hati para mistik merupakan alat yang amat awas dan mengetahui rahasia segala sesuatu yang terlihat dan terdengar oleh mereka. Karena aku sendiri tak memiliki hati yang seperti itu, maka aku pun berkata kepada diriku sendiri : “Ucapan-ucapan para Nabi dan manusa-manusia suci adalah benar. Mungkin sekali aku telah bersikap munafik dalam usahaku selama ini, dan kegagalanku ini adalah karena kesalahanku sendiri. Di sini tak ada tempat untuk berbeda pendapat. Sekarang aku ingin merenungi diriku sendiri sehingga aku benar-benar mengenalnya.”

Maka, aku merenungi diriku sendiri. Ternyata kesalahanku adalah bahwa hati dan hawa nafsuku bersatu. Bila hati dan hawa nafsu berpadu, celakalah! Karena jika ada sesuatu yang menyinari hati, maka hawa nafsu akan menyerap sebagian daripadanya. Sadarlah aku bahwa hal inilah yang menjadi sumber dilemma yang ku hadapi selama ini. Segala sesuatu yang datang dari hadirat Allah ke dalam hatiku, sebagian diserap oleh hawa nafsuku.

Sejak saat itu, segala perbuatan yang diperkenankan oleh hawa nafsuku tidak ku lakukan. Yang aku lakukan adalah hal-hal lain yang tak disukainya. Misalnya, apabila hawa nafsuku berkenan jika aku Shalat, berpuasa, bersedekah, menyepi atau bergaul dengan sahabat-sahabatku, maka aku melakukan hal yang sebaliknya. Akhirnya segala hal yang diperkenankan hawa nafsuku dapat ku buang dan rahasia-rahasia mistik mulai terbuka di dalam diriku.

Suatu hari aku berdialog dengan diriku sendiri :
“Siapakah engkau,” aku bertanya.

“Aku adalah mutiara dari Lubuk Tanpa Hasrat.” Terdengar jawaban. “Katakan kepada murid-muridmu, lubukku adalah Lubuk Tanpa Hasrat dan mutiaraku adalah Mutiara dari Lubuk Tanpa maksud.”

Kemudian aku turun ke sungai Tigris 
“Aku tidak akan beranjak dari tempat ini,” aku berkata. “sebelum ikan terjerat ke dalam jalaku.”

Akhirnya masuklah seekor ikan ke dalam jalaku. Ketika ku angkat jalaku itu, akupun berseru : “Alhamdulillah, perjuanganku telah berhasil.”

Aku menunjungi Junaid dan berkata kepadanya : “Sebuah karunia telah dilimpahkan kepdaku.”

“Abul Husain Ahmad an-Nuri, junaid menjawab, “Jika yang terjerat oleh jalamu itu adalah seekor ular, bukan seekor ikan, itulah pertanda sebuah karunia. Karena engkau sendiri telah campur tangan. Hal itu hanyalah sebuah tipuan, bukan sebuah karunia. Tanda dari suatu karunia adalah bahwa engkau sama sekali tidak ada di sana lagi.”

Sejak saat itu, ia menggagalkan diri palsu itu di setiap kesempatan. Bahkan dalam melayani orang lain, jika dia menemukan pikiran kedagingan mendapatkan kepuasan, dia dengan cepat berhenti dan mencari cara baru untuk membantu orang lain. Al-Nuri mengatakan bahwa dengan melakukan ini dia perlahan menemukan jalan menuju wawasan mistik yang sejati.

Rabu, 13 Mei 2020

makna memaafkan

Makna  maaf memaafkan

Dasarnya adalah menuntun kesadaran pribadi kepada kesadaran universal hingga tidak ada diskriminasi, perbedan suku, ras, agama, kelompok atau apapun dan tidak merasa lebih baik, lebih pandai, lebih mengetahui karena keseluruhan saling terhubung menjadi perenungan bagi diri sendiri hingga ikhlasnya menjadi ketenangan jiwa.

Ikhlas dalam segala keadaan didalam dan diluar diri sendiri yaitu menerima segala keadaan yang dijalani dan memahami bahwa dasar segala keadaan tidak akan terjadi jika bukan telah ditentukan akan terjadi maka ada pelajaran untuk diri sendiri dibalik setiap keadaan yang terjadi

Ikhlas dalam segala prilaku dan ucapan didalam dan diluar diri sendiri yaitu segala prilaku dan ucapan yang dilihat, didengar dan dirasakan adalah kenyataan yang tidak akan terjadi jika bukan kuasa dari Allah ditiap-tiap yang hidup atau kuasa yang Maha hidup didalam tubuh sebagai bentuk keseimbangan dari baik dan buruk, sebab akibat karena segalanya harmoni dalam keseimbangan.

Memaafkan dan menerima maaf dari sesuatu yang sesuatu itu sendiri adalah berasal dari yang bukan sesuatu, memperhalus rasa membentuk kebijaksanaan universal seakan-akan aku, dia, kalian dan mereka adalah berasal dari bagian diri sendiri sehingga tidak ada pengaruh ketidak tenangan, kebencian atas keadaan prilaku didalam ataupun diluar diri sendiri.

Memaafkan adalah bentuk kasih sayang Allah yang selalu lebih utama daripada kemurkaan-Nya dan disaat kesalahan itu terjadi Ia sudah memaafkannya.

#dharma

Senin, 11 Mei 2020

Keajaiban Shalawat...

Dikisahkan oleh Syekh Syibli bahwa setelah salah seorang tetangganya wafat, ia bermimpi tentangnya, dan dalam mimpi itu ia bertanya kepada tetangganya itu: "Apa yang Allah perbuat terhadapmu?"

Ia menjawab: "Wahai Syekh! Kengerian-kengerian luar biasa yang aku saksikan di dalam Kubur dan aku dibuat sangat menderita karenanya. Aku sampai tidak bisa berkata-kata ketika kulihat Malaikat Munkar dan Nakir.

Aku berkata dalam diriku, "Aduhai celakanya aku! Apakah azab benar-benar telah menghampiriku?".

"Di dunia aku adalah seorang Muslim dan wafat dalam agama Islam, kemudian kedua malaikat itu memintaku menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dengan keras".

Tiba-tiba muncul seorang lelaki berwajah indah dan beraroma harum dan menempatkan dirinya di antara aku dan kedua Malaikat, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kedua Malaikat itu dan dengan cara terbaik. 

Kemudian aku bertanya kepadanya, "Siapa engkau?" Semoga Allah merahmatimu".

Ia menjawab, "Aku adalah Sholawat "Allohumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad", yang engkau selalu baca untuk Nabi Muhammad dan Keluarga Nabi Muhammad".

"Sesungguhnya aku diperintahkan dan diberi tanggung jawab untuk menolong dan menyelamatkanmu kapanpun engkau butuhkan dan di manapun'."

๐Ÿ“šSumber ::
Kitab Al-Sholawat Miftah Hallil Musykilat, Ali Qazweini, hal : 96.

ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏูˆ ุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ

rahasia hasbunnallah

Kalimat Hasbunallah wa nimal wakil memiliki artian yang sangat luas dan dalam untuk dimaknai dalam kehidupan kita sehari-hari.  Seorang sahabat ,

 Ibnu 'Abbas pernah berkata bahwa ucapan "hasbunallah wa ni'mal wakiil" adalah kata kata yang diucapkan oleh Nabi Ibrahim alaihis salam ketika beliau akan dibakar hidup-hidup, sedangkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi was sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat : 

ุฅِู†َّ ุงู„ู†َّุงุณَ ู‚َุฏْ ุฌَู…َุนُูˆุง ู„َูƒُู…ْ ูَุงุฎْุดَูˆْู‡ُู…ْ ูَุฒَุงุฏَู‡ُู…ْ ุฅِูŠู…َุงู†ًุง ูˆَู‚َุงู„ُูˆุง ุญَุณْุจُู†َุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَู†ِุนْู…َ ุงู„ْูˆَูƒِูŠู„ُ

“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Dan satu hal yang pasti , masih ada banyak rahasia dan keutamaan dan karomah dari zikir meng-agungkan asma allah dengan kalimat hasbunallah ini. perbanyaklah mengucapkan kalimah ini sewaktu anda sedang merasakan perasaan yang galau, gundah dan membutuhkan pertolongan niscaya pertolongan allah akan menghampiri hambanya yang merutinkan zikir ini setiap waktu. 

Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir berkata bahwa maksud “hasbunallah” ialah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan “al wakiil“, kata Al Faro’ berarti orang yang mencukupi. Demikian pula kata Ibnul Qosim. 
Sedangkan Ibnu Qutaibah berkata bahwa makna “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin) dan Al Khottobi berkata bahwa “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba.

Dalam tafsir Al Jalalain disebutkan makna dzikir di atas ialah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan.

Syaikh As Sa’di dalam kitab tafsirnya memaparkan, “Maksud ‘hasbunallah‘ adalah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan ‘ni’mal wakiil’ adalah Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar segala urusan hamba dan yang mendatangkan maslahat.”

Betapa besar maknanya jika anda mengetahuinya, marilah kita sama sama senantiasa memiliki kesadaran kehambaan tuk mengagungkan Nya dengan istiqamah atas kalimah zikir ini dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan agar bisa memperoleh ridho allah atas pekerjaan tersebut.  

ุญَุณْุจُู†َุง ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَู†ِุนْู…َ ุงู„ْูˆَูƒِูŠْู„ُ ู†ِุนْู…َ ุงู„ْู…َูˆْู„َู‰ ูˆَู†ِุนْู…َ ุงู„ู†َّุตِูŠْุฑُ
 ูˆَู„َุงุญَูˆْู„َ ูˆَู„َุง ู‚ُูˆَّุฉَ ุฅِู„َّุง ุจِุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ْุนَู„ِูŠِّ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…ِ

Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wani’mannasir 
wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim

semoga bermanfaat

Minggu, 10 Mei 2020

Ahad, Achmad dan Muhammad

Achmad, Muhammad, Nur Muhammad dan Sayyidina Muhammad saw.

Yg disebut Achmad adalah sesuatu yg sangat terpuji. Lalu siapa Achmad, Achmad adalah salah satu Asma Allah, dan termasuk Ismu Adham. Achmad adalah asma yg menceritakan karakteristik daripada Nur Muhammad. Jadi sebutan Achmad adalah sebutan yg merujuk kepada Nur Muhammad, atau yg menunjuk kpd Nur Muhammad.

Muhammad adalah sebutan lain dr pada Achmad, namun beda maksudnya. Achmad adalah lebih kepada karakteristik, sedangkan Muhammad lebih kepada hakikatnya, kenyataanya Nur Muhammad. Muhammad sendiri adalah AsmaNya yg termasuk juga Ismu Adham. Sebutan Muhammad lebih kepada dhahir dn bathin, jasad dan hati. Sedangkan Achmad adalah sebutan untuk yg bersifat Bathin. Jadi, bila sgl sesuatu ini terjadi dr Nur Muhammad, maka sgl sesuatu ini disebut kenyataan dr Nur Muhammad, dan kenyataan dr Nur Muhammad disebut Muhammad. Maka benarlah yg namanya Achmad adalah nama sebelum terjadinya sgl sesuatu, krn ia bersifat karakteristik dr Nur Muhammad (bathin Nur Muhammad), sedangkan Muhammad adalah lahiriyah dr pd Nur Muhammad. Sehingga yg disebut Muhammad adalah lahir dn bathin dr pd Nur Muhamnad yg sdh berwujud.

Nur Muhammad adalah Nur Yg Terpuji, yg merupakan sifat Jamal dn KamalNya Allah. Dr sinilah asal kejadian dr segala sesuatu, termasuk lahir dn bathin kita. Nur Muhammad adalah sifat keindahan dn kesempurnaan Allah, sedangkan Achmad dan Muhammad adalah Ismu AdhamNya Allah.

Sayyidina Muhammad, adalah manusia paling sempurna dlm mewadahi Achmad, Muhammad dan Nur Muhammad, sehingga sgl karakter yg terpuji, segala sifat yg terpuji lahir dn tumbuh kembang dlm pribadi beliau.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya asma Allah itu adalah seratus kurabg satu, berarti sembilan puluh sembilan. Nah, barangsiapa yg mengetahui asma Allah yg satu, sehinngga genap seratus, maka sempurnalah iman seseorang tersebut". Al Hadist.

Yg satu asma itu adalah Muhammad, yg mewadahi setiap nama bg setiap manusia. Dan kita tarik lebih dalam yg satu nama itu adalah nama kita sendiri...

#cipt, khadimul sirrul asrar
#sedulur
#sekumpul

Selasa, 21 April 2020

Budaya dan Agama

Budaya itu Ibu dan Agama itu Bapak. Budaya dan tradisi suatu daerah itu terbentuk karena sebab banyak hal, beberapa diantaranya adalah adat istiadat yang menumbuhkan nilai" kepatutan dan kearifan lokal, yang menumbuhkan tradisi yang luhur penuh kesantunan.

Dll....