Kamis, 30 Januari 2020

pelatihan dan pengembangan diri

"Syarat seorang guru rohani (yang dijadikan orang tua rohani), adalah mereka yang telah mencukupkan diri, dan sudah selesai dengan kehidupan dunianya. Meskipun mereka yg tidak dalam kondisi orang yang berada, alias hidup pas-pasan. Tapi mereka sudah mencukupkan diri, sehingga ia tidak menarik dan mewajibkan murid" untuk membayar atas setiap ilmu yang disampaikan, dengan alasan apapun."

Memang sulit, namun seorang bapak rohani adalah adalah mereka yang mengabdikan dirinya untuk perkembangan jiwa para anak"nya. Dan ia mempunyai keyakinan kuat kepada Tuhan, bahwa kehidupanya dijamin olehNya. Tidak terbesit dihatinya untuk memperjual belikan Ilmu-Nya untuk kepentinganya. 

#ituaja


Simbul dalam contoh...

Cinta itu bukan dengan ungkapan kata", tetapi prilaku dan tindakan. Begitulah hakikatnya. Seperti setiap agama dan budaya adalah untuk membentuk prilaku dan pribadi yang indah. Bukan hanya puisi" dan fatamorgana kata" dalam keindahan syair"...

Namun saat ini, banyak orang yang hanya pandai bersyair,  dan sayangnya mereka disibukan oleh kompetisi" dalam syair, lupa bahwa tujuan dari pada syair itu adalah membentuk prilaku dan kepribadian yang indah. 




Selasa, 15 Oktober 2019

Dalil Shalawat

🌷اللهم صل على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد🌷
جز ى الله عنا سيدنا محمدا صلى الله عليه و سلم ما هو اهله

RASULALLAH SAW BERSABDA :

“Bacalah kamu sekalian shalawat kepada-Ku, maka sesungguhnya bacaan Shalawat kepada-Ku itu menjadi penebus dosa dan pembersih bagi kamu sekalian dan barang siapa membaca Shalawat kepada-ku satu kali, Allah SWT membalas kepadanya sepuluh kali  (RIWAYAT IBNU ABI ‘ASHIM DARI ANAS bin’ MALIK)

اللهم صل على سيدنا محمد
الفا تح لما أغلق
والخا تم لما سبق
نا صرالحق بالحق
و الهادي إلى صرا طك المستقيم
و على آله حق قدره و مقدا ره العظيم

Sabtu, 12 Oktober 2019

Manusia lahir dengan tujuh jiwa

Tujuh Jiwa

Manusia memang bukan seonggok daging yang hidup. Yang hidup seperti hewan, atau seperti tumbuhan.
Kalau hewan dan tumbuhan memang betul, hanya seonggok daging yang hidup. Ia hidup dari air, udara, cahaya, dan mineral dari bumi. Tugasnya hanya mengembangbiakkan kehidupan di bumi. Dan sebagai sarana kebutuhan hidup manusia.

Tetapi, manusia diciptakan sebagai komponen yang komplit. Jika tumbuhan dan hewan hidup di bumi ini sebagai sarana kebutuhan manusia, maka manusia hidup di bumi ini sebagai sarana Tuhan untuk "berkreasi".

Untuk itu Tuhan menciptakan manusia dalam dua komponen. Lahir dan batin.

Bentuk batin manusia dilengkapi dengan jiwa. Jiwa seakar kata dengan "nafs". Bentuk jamak dari "nafs"  adalah "anfus", atau "napas". Orang Jawa menyebut napas itu "ambekan", yang berasal dari kata "ambek" yang artinya batin, atau rasa. Dengan demikian napas merupakan bagian pokok dari jiwa atau kehidupan.

Bukan hanya manusia yang bernapas. Tumbuhan dan hewan juga bernapas. Mereka juga memiliki jiwa untuk hidup. Hanya saja jiwa manusia, hewan dan tumbuhan berbeda. Asalnya dari yang satu, sama-sama berasal dari Sang Pencipta. Namun kualitasnya berbeda.

Manusia dilengkapi dengan "Al-nafs al-Amarah", jiwa Amarah. Jiwa yang berkaitan dengan kehidupan fisik disebut jiwa Amarah. Jiwa Amarah bukan nafsu amarah yang kerjanya marah-marah. Tetapi jiwa yang kerjanya berdasarkan kodrat yang ditetapkan Tuhan.

Lahirnya kita merupakan perwujudan aktivitas dari jiwa Amarah. Semua makhluk hidup mempunyai jiwa Amarah untuk pertumbuhan, dan kehidupan. Inilah jiwa dasar. Jiwa yang berfungsi untuk mengoperasikan seluruh organ tubuh manusia. Jiwa Amarah disebut juga naluri. Semua organ tubuh kita bergerak sesuai nalurinya. Jiwa ini juga disebut pikiran tak sadar, "Unconscious mind state".

Kemudian ada "Al-Nafs al-Lawwamah" jiwa Lawwamah. Jika jiwa Amarah melekat pada kulit terluar bagi manusia, maka jiwa Lawwamah merupakan kulit yang lebih halus yang letaknya setingkat lebih dalam. Jiwa ini bisa ke luar masuk jasad, baik tatkala dalam kondisi sadar maupun tidur.

Ketika tidur jiwa Lawwamah mengembara, maka manusianya bermimpi. Dalam tidur jiwa ini ke luar untuk melihat peristiwa yang terjadi saat itu. Ia tidak terikat oleh ruang, tetapi waktu terjadinya pada saat jiwa itu mengembara. Mimpi yang terjadi adalah karena jiwa Lawwamah merekam semua peristiwa dari masa lampau. Mungkin saja saat bermimpi itu kita merasa melihat suasana yang asing yang tidak pernah kita ingat. Tetapi secara tidak sadar, jiwa ini telah merekamnya.

Sistem kerja jiwa Lawwamah adalah merekam kejadian disekitarnya secara otomatis. Baik dalam keadaan terjaga maupun tidur. Orang barat menyebut jiwa ini sebagai pikiran bawah sadar, "Subconscious mind state."
Jiwa inilah yg mendorong manusia terikat pada kehidupan dunia. Jika yang terikat itu sesuatu yang menyakitkan dirinya dan mudah tampil ke permukaan kesadaran, maka orang yang bersangkutan mengalami hidup trauma. Jika yang terekam itu sesuatu yang menyenangkan atau kenangan manis dan tampil ke permukaan kesadaran, maka orang yang bersangkutan mudah melamun dan menghayal. Trauma dan melamun, sangat tidak baik bagi kesehatan jiwa.

Orang yang mengalami trauma hidupnya dalam keadaan terteror oleh dirinya sendiri. Ia akan tertekan oleh ketakutan yang tidak wajar. Seperti banyak dikalangan selebritis yang takut akan sesuatu yang tidak wajar.
Sedangkan orang yang bersifat melamun akan terjeblos ke dalam kehidupan yang tidak realistik. Ingin kaya dengan cara berjudi. Ingin hidup enak dengan bermalas-malasan.
Senang mengejar kebahagiaan semu. Misalnya, merasa bahagia jika dipuji, disanjung, diangkat-angkat nama dan kebaikannya, dihargai secara berlebihan, dan lain-lain.
Sifat-sifat itu melekat kuat pada masa kanak-kanak.
Karena tidak tertutup hingga dewasa, maka timbullah  berkhayal.

Salat, berzikir atau bermeditasi sebenarnya bagian dari cara untuk menutupi semua rekaman jiwa Lawwamah ini. Ketika kita salat, jiwa ini akan aktif. Makanya orang yang salat pikirannya mengembara kemana-mana. Apa yang tak teringat dalam keadaan biasa, akan muncul pada saat salat. Untuk menghapus memori atau kesan yang ada di dalam jiwa Lawwamah, maka diciptakanlah objek dalam salat, zikir, atau meditasi.

Objek dalam salat adalah membaca ayat-ayat, dan mengingat Allah. Objek di dalam zikir adalah membaca kalimat thayyibah "La ilaha illa Allah" baik secara lisan maupun dalam hati. Sedangkan objek dalam meditasi adalah benda, warna, simbol, atau bentuk-bentuk yang berhubungan dengan pengalihan pikiran.

Objek adalah sesuatu yang menjadi pusat perhatian dalam salat, zikir atau meditasi. Jika tidak ada objek sama sekali, maka pikiran akan mengembara kemana-mana. Dan jika dipaksa untuk berkonsentrasi, kepala menjadi pusing.

Jiwa Lawwamah merupakan jiwa yang paling dekat dengan bentuk jasmani. Jiwa inilah yang bisa ke luar dari raga, atau meraga sukma. Bila ada orang yang menampakkan diri di lain tempat, misalnya tiba-tiba ada di Mekkah, itu semua merupakan wujud dari jiwa ini. Termasuk jika ada orang yang bertemu dengan jiwa orang yang mati, maka ia bertemu dengan jiwa Lawwamah orang tersebut. Karena jiwa ini masih terikat dengan kemelekatan pada dunia.
Tetapi umumnya manusia yg mengalami kematian terbebas dari belenggu jiwa ini.

Jiwa Lawwamah ini disebut juga jiwa perasa. Emosi, benci dan cinta ada di wilayah jiwa ini. Berbagai macam sifat negatif seperti iri, dengki, dendam, marah, kecewa, dan sebagainya, berasal dari jiwa ini. Jika seseorang memperturutkan dorongan yang timbul dari jiwa ini, maka rusaklah kehidupannya.

Perintah agama untuk salat, zikir, perenungan, meditasi, bertapa, atau apapun namanya adalah untuk menghilangkan kotoran memori yang ada di dalam diri manusia. Lalu jiwa diisi dengan energi positif yang berupa doa, mantra, ayat-ayat suci dan lain - lainnya. Sehingga dengan cara seperti itu hidup terasa tenang.

Lapisan jiwa yang lebih halus disebut, "Al-Nafs al-Mulhamah" atau jiwa Mulhamah. Jiwa yang dapat menerima ilham. Baik itu ilham yg bagus maupun ilham yg buruk. Namun jiwa ini berkemampuan memilih yang benar maupun yang salah. Keinginan dan kehendak bekerja di dalam jiwa Mulhamah.

Alam pikiran yang bekerja pada jiwa Mulhamah ialah pikiran sadar, "Conscious mind state."
Pikiran yang bisa menimbang-nimbang berbagai hal. Kemampuan rasionya meningkat. Dengan pikiran sadarnya, manusia bisa membandingkan berbagai macam objek yang diketahuinya. Emosi dan kekuatan negatif pada jiwa Lawwamah dapat diredam oleh kekuatan jiwa ini. Dapat dikendalikan sesuai dengan kenyataan yang ada di sekelilingnya. Yang perlu disadari dari kekuatan jiwa ini ialah kuatnya daya tarik terhadap materi.

Ketika di tahap jiwa Lawwamah, daya tarik terhadap materi tdk begitu menonjol. Namun di tahap jiwa Mulhamah daya tarik manusia terhadap harta benda dunia sangat kuat. Jika manusia terjebak di sini, maka ia sulit keluar dari cengkraman dunia, bahkan tidak tertarik dengan kehidupan spiritual.

Ada kaitan erat antara jiwa Mulhamah dgn jiwa Lawwamah. Dalam keadaan tidur jiwa Mulhamah ini juga suka wara-wiri. Apa lagi jika banyak angan-angan.
Jiwa ini tidak terikat oleh ruang dan waktu.

Menurut para psikologi, jiwa Mulhamah ada di alam astral. Suatu lapisan alam yang lebih halus dari pada alam eterik. Nah, jiwa Lawwamah ada di alam eterik. Jika kedua jiwa sama-sama ke luar badan pada saat tidur, maka mimpinya pun campur aduk. Masing-masing membangkitkan kesan yang berbeda.

Aktivitas jiwa Mulhamah memang lebih banyak mengenang masa lalu. Jika jiwa ini aktif dalam kesadaran seseorang, maka ia lebih terpanggil untuk hidup seperti hidup di masa lalu. Ia lebih tertarik dengan kejadian-kejadian masa lalu. Lebih menyenangi dongeng-dongeng dan mitologi. Saking cintanya terhadap hal-hal yang berbau masa lalu, menyebabkan seseorang memiliki cita-cita yang tidak realistis.

Al-Nafs al-Muthmainnah. Jiwa Mutmainah. Inilah jiwa yang tenang. Jiwa yang keberadaannya di alam mental. Alam transisi antara dunia astral dan spiritual. Jiwa ini sudah bebas dari ikatan ruang dan waktu. Jiwa ini bisa berkelana ke masa lalu maupun ke masa depan. Jika jiwa ini menembus masa depan, maka orangnya bisa melihat apa yang akan terjadi di masa depan. Namun, lebih banyak masa depan yang terkait dengan dirinya, bukan masa depannya orang lain.

Dalam kajian teori barat jiwa Mutmainah berada dalam keadaan super sadar. "Superconscious mind state." Pikiran yang telah melampaui objek-objek material. Emosi positif, seperti cinta dan rindu kepada Tuhan berada di wilayah jiwa ini.

Jiwa Mutmainah ada di lapisan terdalam batin manusia. Jiwa ini merupakan lokus, tempat, bagi beroperasinya "Ruh" atau spirit. Dalam keadaan super sadar inilah seseorang dapat memberdayakan kekuatan ruh, spirit yang ada di dalam dirinya.

Agar manusia tidak buta spiritual, maka ia harus meningkatkan dirinya sampai pada jiwa Mutmainah.

Jiwa Mutmainah dapat diaktifkan untuk berimajinasi. Imajinasi bukan khayalan. Imajinasi adalah kemampuan untuk membentuk konsep yang belum nyata di alam ini. Sedangkan khayalan hanyalah impian dalam kondisi jaga. "Daydreaming".
Jadi, imajinasi bersifat kreatif dan produktif, sedangkan khayalan hanya bayangan yang memboroskan energi dan waktu. Nah, bangsa-bangsa di barat telah mengeksplorasi kemampuan jiwa ini.
Sehingga mereka mampu berkarya.

Selanjutnya jiwa Spiritual. Atau disebut juga jiwa Ruhiyah. Kesadaran spiritual kita harus bangkit. Tidak hanya berhenti pada kesadaran yang melekat pada jiwa Mutmainah saja. Tapi meningkatkan diri pada kesadaran spiritual. Yang tempatnya pada alam malakut. Alam ini tidak bersifat sendiri-sendiri. Ia bagaikan cahaya yang kontinum. Seseorang yang mampu meningkatkan kesadarannya di tingkat ini, akan bisa merasakan kebenaran yang sama. Tidak bersifat subjektif. Perbedaan keyakinan dan agama tidak mempengaruhinya. Jiwa ini terikat oleh kebenaran yang sama dengan jiwa-jiwa spiritual orang-orang lainnya.

Jika jiwa seseorang telah sampai pada alam spiritual, maka batiniahnya akan berkembang. Perkembangan yang melampaui pikiran. Ada suatu kebahagiaan spiritual yang tidak dirasakan oleh jasmani.

Jiwa Kosmik, atau jiwa Lubbiyah. Inilah jiwa yang keenam dalam diri kita. Di jiwa ini antara kesadaran pikiran dan dzat sudah menyatu. Kehalusan budi dan kehalusan bahasa bersemi di jiwa ini. Penghayatan terhadap hakikat ada pada alam Lubbiyyah.

Pada jiwa Lubbiyyah pikiran semakin ditinggalkan. Intuisi yang masuk. Sehingga seseorang yang sudah mampu membangkitkan kesadaran Lubbiyyahnya, tidak terlalu mengandalkan panca indra.

Orang yang berzikir atau melakukan meditasi, dan mampu menembus jiwa Lubbiyyah akan merasa fana. Ia merasa tidak memiliki badan. Merasa hilang. Pikiran tdk berlaku, karena itu tidak ada ilusi dan halusinasi. Yang hadir hanya intuisi. Atau wahyu. Orang Jawa bilang wisik.

Intuisi itu hadir tanpa suara dan tanpa bentuk. Karena di alam fana bentuk sudah lenyap. Intuisi merupakan wujud dari kodrat hidup. Seseorang yang mengalami intuisi bisa melakukan dengan benar tanpa belajar atau berlatih. Intuisi merupakan pengetahuan langsung, tanpa bukti dan tanpa nalar.

Bila di dalam zikir atau meditasi, kita masih melihat bentuk atau mendengar suara, maka kita masih di alam ilusi dan halusinasi. Pikiran masih bekerja. Jika pikiran masih bekerja, maka apa yang kita sebut sesuatu sebagai Tuhan sebenarnya hasil budi, angan-angan kita sendiri. Bukan karena kita menyaksikan-Nya.

Kemudian yang terakhir jiwa ketujuh. Jiwa Rahsa. Atau jiwa Nirwana. Orang menyebut alam langit yang ketujuh sebagai alam wahyu. Alam baka. Alam kekosongan. Alam ketiadaan. "Sunyaruri". Tetapi bukan tidak ada alam. Karena pada tingkatan ini seseorang telah melihat hakikat alam. Dikatakan tdk ada, karena yang maujud ini semuanya sebenarnya maya, tidak ada bentuknya.

Di dalam sebuah hadis Qudsi dikatakan di dalam "sirr" ada "Aku". Dalam ajaran Jawa dikatakan bahwa "sajroning rasa iku Ingsun", di dalam rasa ada Aku, Dzat yang meliputi semua keadaan.

"Kucipta malaikat di dalam tubuh setiap anak keturunan Adam. Di dalam malaikat itu ada shadr. Di dalam shadr itu ada qalb. Di dalam qalb itu ada fu`aad. Di dalam fu`aad itu ada syagf. Di dalam syagf itu ada lubb. Di dalam lubb itu ada sirr. Dan di dalam sirr itu ada Aku.”

Bila kita telah menyadari dan menghayati bahwa hakikat "Aku" itu satu, maka kita telah sampai ke alam makrifatullah.

Di alam inilah kita melihat diri kita sendiri, "Ingsun Sejati". Bukan melihat wujud diri yang jasmani. Tetapi wujud diri ruhani.

Seseorang yang telah sampai pada penyaksian diri sejati, semua ego disingkirkan, dilepas semua. Maka syariat, tarekat, hakikat dan makrifat hanya merupakan jalan.

Salam bahagia.

Selasa, 08 Oktober 2019

Mencegah Sakit

CARI TAU PENYAKIT ANDA DAN OBATI DENGAN CARA INI OLEH DIRI ANDA SENDIRI

1. #Maag
Bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan yg tidak teratur, Akan tetapi justru lebih didominasi karena "stress" coba untuk lebih Fress dan memerdekan Diri.

2. #Hypertensi
Bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asin, Daging tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage "emosi" Jadi Coba dengan cara mengatur Emosi Dan Rasa.

3. #Kolesterol
Bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa "malas berlebih" yang lebih dominan menimbulkan lemak, Jadi coba perbanyak Gerak Dan Tingkatkan semangat hingga Seluruh organ dapat bergerak.

4. #Asthma
Bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, akan tetapi Dikarenakan sering merasa "sedih" yang membuat kerja paru-paru tidak stabil, Jadi Coba Terus Membuat suasana Hati riang dan Refresing

5. #Diabetes
Bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, yang manis manis, tapi Bisa saja sikap "egois dan keras kepala" yang mengganggu fungsi pankreas, Coba Ikhlas Dan Rela Dalam segala Hal.

6. Penyakit #liver
Bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat "ngrasani" orang lain yang justru merusak hati kita, Coba Untuk Membuat hati kita tenang Dan Damai.

7. #Jantung koroner
Bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi kita jarang sedekah atau memberi yg membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil

Presentase Indikator penyebab munculnya penyakit adalah karena masalah :
#Spiritual 50%
#Psikis. 25%
#Sosial. 15%
#Fisik. 10%

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki :
#Diri kita
#Pikiran kita
terutama hati kita dari segala jenis penyakit.

Hati-hati
#Hindari :
Dari Rasa iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya, karena itu sumber penyakit.

#SARAN Perbanyaklah Doa dan jadilah orang yang mudah memaafkan, Lembutkan hati dan ikhlaskan yang sudah terjadi, Banyak Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan Serap ilmu dari arah mana saja Dari kawan maupun lawan.

SILAKAN DICOBA DAN RASAKAN PERUBAHANNYA, BELAJAR MENGOBATI DIRI SENDIRI

-----SEMOGA BERMANFAAT-----

Rabu, 18 September 2019

Mazhab hidup

Bismillahirrahmanirrahim....

Rasulullah Sallallahu Alaihi wasalam  bersabda :

Akan datang pada suatu masa nanti dimana kaum itu apabila la melakukan perbuatan maksiat maka ia sandarkan bahwa ini adalah perbuatan Allah ta'ala jua.

H.R . Abu Hurairah , Imam Muslim
............................................................................
Maksud dari Sabda Baginda Nabi Muhammad SAW , itu ialah , menunjukan pada suatu kaum - kaum yang akan mengikuti beberapa pemahaman.

Karna baginda Nabi pernah menyampaikan bahwa Islam akan terbagi menjadi 73 golongan , dan hanya satu golongan yang aku akui sebagai umat , yaitu pengikut ku Ahlusunah wal jama'ah.
.
Adapun yang di maksud golongan  (kaum ) nantinya akan terbagi bebera golongan , yang mana di situ berbeda faham dalam penafsiran akan suatu kalimah kalimah serta makna - makna yang telah terlulis dalam Kitab Suci Al Qur'an.
.
Adapun faham ini terbagi dalam 4 bagian (kaum )

1 - Jabariyah
2 - Muhtazillah
3 - Qadariyah
4 - Ahlul khasaf ( Ahlusunah wal Jama'ah )

1 - Jabariyah , semata- mata Allah ta'ala , namun berbicara mengakui dengan ucapan pernyataan diri sendiri. (Kufur zindik ) penypangan dalam aqidah.

2 - Muhtazillah , semata -mata Hamba / pengakuan kuasa atas diri sendiri mampu melakukan sesuatu

3 - Qadariyah ,  dia menganggap , Syariatnya hamba dan hakikat nya Allah Syirik khafi (memisahkan diri ) atau masih terbagi dua

4 - Ahlul Khasyaf ,  tembus pandang zahir dan bathin nya tiada lain adalah Allah , namun dalam pernyataan nya itu dalam diam (rahasia )

.
Perbedaan Zabariyah dan Ahlul Khasyaf sangat tipis , kalau zabariah semata- mata Allah namun di nyatakan dalam ucapan atau ungkapan , sedang Ahlul Khasyaf segala sesuatu apapun , baik gerak dan diam adalah Allah namun ( hukum nya diam ) tidak di nyakan pada suatu ungkapan
.
(1) zabariyah , kaum ini menyatakan segala sesuatu adalah perbuatan Allah ta'ala baik dan buruk adalah perbuatan nya , hingga kaum ini dalam perbuatan maksiatpun mereka menyandarkan kepada Allah

Bahkan perbuatan yang keji  sekalipun seperti ;  mencuri , merampok , memperkosa , membunuh dan lain sebagainya yang bersifat tercela itu adalah perbuatan Allah jua.

Mereka seakan tiada merasa bersalah dalam hal itu , bahkan mereka mengatakan ini kehendak Allah dan takdir dari Allah , inilah suatu kelalaian dalam suatu tafsir , hingga mereka menganggap perbuatan itu adalah kehenadak Allah dan seakan mereka menyatakan diri sebagai Allah

Disinilah kekeliruan nya , segala hal itu memang hanyalah kuasa dan kebesaran Allah ta'ala , namun ingatlah kata baginda Nabi Muhammad SAW , siapapun yang mengikuti sunah ku berarti ia adalah umat ku.

Dan Allah ta'ala berfirman , telah Aku utus seorang yang akan menyempurnakan Akhalaq , agar kalian tidak terterumus dalam suatu kesusahan dan penderitaan , hingga sampai pada Ridho Ku.

Sesungguhnya tidaklah mungkin Allah meridhoi pada setiap mahluk ciptaan Nya , yang telah bersahaja mengambil haq dan kedudukan Nya ,  dan ingatlah bahwasanya telah Allah gambarkan semua dengan dua pilihan

Baik dan buruk
Susah dan senang
Pahit dan manis
Tinggi dan rendah
Panas dan dingin
Akal dan Nafsu
Dan lain sebagainya

Maka dari itu hendaklah kita menggunakan apa yang telah dikaruniakan Allah ta'ala , yaitu akal fikir dan hati nurani , yang akan di jadikan sebagai filter untuk memilah suatu tindakan yang akan menjadi perbuatan , agar apa yang diperbuat tidak menyakiti diri sendiri

Rasulullah SAW bersabda : sesungguh nya Allah tidak pernah menganiaya hambanya walau sebesar biji zarah , akan tetapi hamba itulah yang menyiksa dirinya sendiri

(2)- Muhtazillah ,sedang faham ini mereka menyatakan bahwa setiap dalam ibadah itu adalah perbuatan dan kuasa hamba , hingga mereka merasa yang mengangkat takbiratul ihram itu adalah kuasa hamba , hingga mereka melupakan Qudrat dan Iradah Allah ta'ala

Bahkan mereka berani berucap atau berkata-kata dalam pengakuan dirinya sendiri

contoh ;  jika bukan karena saya si A dan B ini tidak akan bisa makan

Atau saya tadi malam telah bisa menyelesaikan sholat sunah di tengah malam sebanyak 12 rakaat

Atau mereka bahkan berkata , tempat ibadah itu tidak akan bisa terbangun kalau bukan sumbangan dari saya

Dalam hal inilah terlrpasnya tali tali Allah pada hakikat mereka , perbuatan atau jalan ini juga di khawatirkan menuju pada syirik khafi.
.
Syirik khafi ialah syirik yang tiada di rasa bahkan tiada disengaja . (Syirik yang halus )

Bahkan tiada mustahil akan melangkah pada syirik zali , yaitu syirik yang nampak (besar ) seperti menyembah berhala

Rasulullah SAW bersabda :

Barang siapa yang menceraikan dan menyekutukan maka ia telah syirik khafi
.
Seakan akan Tuhan itu jauh dari nya , dan seakan kekuatan itu milik nya sendiri dan ia menganggap tidak ada campur tangan tuhan dalam setiap gerak dan diam nya

Inilah yang di sebut terputusnya ikatan itu pada tali tali Allah , karna ia tiada mengingat bahwasanya segala sesuatu itu tiada lain adalah Qudrat dan Iradah Allah ta'ala
.
(3) Qadariyah  , mereka memahami dan menyatakan bahwa ,  Syariatnya  Hamba dan Hakikat nya Allah.

Hal ini hampir sama dengan faham Muhtazillah , namun ada sedikit lebih baik , karna mereka masih menganggap segala kejadian itu bukanlah suatu kebetulan , melainkan ada rahasia Allah dalam setiap kejadian itu , atau apa yang meraka lakukan hanyalah pekerjaan hamba , namun Allah lah yang menentukan dan mereka bersyariat dalam hakikat kuasa dan kebersan Allah lah yang membuat meraka mampu melakukan nya

Dalam arti , dalam sholat mereka  syariat nya hamba , hakikatnya Allah.

Hal ini masih di khwatirkan masih ada syirik yang kecil.

Rasulullah SAW bersabda ; walaupun sekecil debu apabila ada syirik maka tetaplah di sebut Syririk

Sekecil apapun syirik itu akan membawa kamu pada kebatilan ( kesia - sia'an )
.
Dan Rasulullah SAW bersabda :

Ujuduka Zambun La Qiaasalahu Liqoirih .
Sesungguh nya ujudan itu dosa besar.
............
Tiada sampai semua amal ibadah mu walaupun setinggi langit apabila walaupun sedikit ada rasa ujud dirimu sendiri

La Maujuda Bihaqqin Illallah , tiada yang berhaq  maujud di alam semeta ini kecuali Allah
.
Makna Ujud dalam hal ini tiada lain adalah zat dan sifat nya , atau ilmu dan rahasianya (kelakuannya )

Jadi tidaklah mungkin kita dapat menyatakan bahwa ada hakikat hamba pada diri kita ini , apabila ada maka sama hal nya masih ada rasa kedombongn yang halus.

Sehalus apapun kesombongan itu Allah maha mengetahui nya

.
(4) Ahlul khasyaf , ( Ahlusunah wal Jama'ah )

Apa yang di maksud Ahlusunah Wal Jama'ah

Ahli -  Allah
Sunah - Muhammad
Jama'ah - Manusia
.
Apabila hanya semata Allah berarti masih mengikuti faham Jabariah

Jama'ah (manusia ) semata - mata Hamba
.
Maka ambilah yang tengah - tengah yaitu pada Sunah ,  Muhammad
.
Muhammad adalah bapak sekalian Ruh , Jadi pada hakikatnya  yaitu Ruh pada kita
Ruh itulah yang menjadikan Nyawa dan hidup

.
Hingga berpungsi seluruh anggota  tubuh itu , dari itulah disebut ;
wal awalu wa Akhiru , wal Zahiru wa Bathinu
( setelah faham nyatakan dalam diam )

Ini pula yang disebut Hakikat Muhammad (Nur Muhammad )
.
Sama hal nya dengan mata ini buta , karna ada cahaya hingga bisa melihat

Telinga ini tuli karna ada cahaya hingga bisa mendengar

Mulut ini bisu karna ada cahaya hingga bisa berkata-kata

Jasad ini laksana mayit karna ada cahaya hingga bisa hidup

Jika cahaya itu keluar maka tidaklah lagi kita dapat berbuat apa apa.

Innalillahi wa inna illahi rajiun....

Cahaya kembali pada cahaya

Nurun ala Nurin
Cahaya di atas cahaya ,
Sebenarnya cahaya yang ada pada kita ini hanyalah sebagian kecil dari cahaya yang besar itu , dari itulah di sebut maha besar. Karna cahaya yang besar itulah yang maha menguasai (mengatur ) semua cahaya yang kecil tadi.

.
Tidak mungkin bisa melihat jika tidak ada ruh
Tdk mungkin bisa mendengar jika tidak ada ruh
Tdk mungkin bisa hidup jika tidak ada ruh

Jika tidak karena Allah tidaklah dapat kita berbuat apa apa
( dalam diam hanya memandang fi'il kelakuannya pada kita )
.
Ruh itu yang hidup , yang hidup itu sifat Allah ta'ala.
Bukan jasmani ini yang kuat dan yang kuasa dalam setiap suatu pekerjaan , termasuk ibadah.

Bahkan dalam sholat itupun adalah pekerjaan ruh , dan ruh itu yang di sebut sebenar - benarnya diri
.
Ruh
Nyawa
Nafas
Hidup
.
Menjadilah Laissa , karna ruh itu tidak berbentuk dan tidak bisa di bandingkan atau tiada sesamaan nya.
..................................................................................
Allah itu adalah zat yang tiada sesamaan nya dari suatu apapun

Q.S . Al Ikhas
....................................................................................

Mohon ampun dan maaf , minta ridha dan halal hanya sampai disini batasan yang boleh kami sampaikan..
.
Semoga berkah....

Senin, 16 September 2019

Hakikat shalawat

BANYAK ORANG yg hanya PANDAI MENGAKU2 HAKIKAT & MA’ RIFAT...!!!

Sungguh,
Apabila engkau tinggal di satu VILLA yg TENANG, TENTRAM, DAMAI Lagi SEPI...
Namun BANYAK KENIKMATAN didalam nya..

PANTAI TERHAMPAR LUAS
ketika membuka pintu kamar tidur..
Karena LETAK NYA sangat STRATEGIS di HADAPAN LAUT...
sedangkan kanan kiri DINDING TINGGI tanda PRIVASI Tidak ada seorangpun yg menganggu...

sedangkan,
Didalam nya KENYAMANAN tidak usah di RAGUKAN lagi...??

KOLAM RENANG...
Air panas air dingin...
berbagai macam buah2an...
MACAM2 minuman...
AC, KULKAS,TV BESAR dan semacam nya
Melengkapi yg sudah KOMPLET...

sungguh,
KETENANGAN yg tiada tara...

Dan,
Sungguh Sangat MUSTAHIL...
engkau justru SIBUK BERCERITA dan SHARE kemana2 agar orang lain TAHU KEBERADAAN engkau ......

Dan,
pada akhir nya BANYAK orang datang mengHAMPIRI engkau Dan membuat SUASANA Yg SUPER NYAMAN dan TENANG menjadi RIUH TAK KARUAN...

MENGAPA ENGKAU ENGKAU BERBUAT DEMIKIAN...??

Kemungkinan pertama,
Engkau tidak BENAR2 MENGHARAPKAN KETENANGAN yg HAKIKI...

kemungkinan ke 2,
TEMPAT itu bukan MILIK engkau,
Dan engkau Hanyalah BERTAMU tapi BERGAYA seolah2 engkau MENGINAP disana...

kemungkinan ke 3,
Engkau hanya BERNIAT SOMBONG dg apa2 yg TIDAK ENGKAU MILIKI...

DIKISAHKAN,
Ada TABRAKAN HEBAT di JALAN RAYA...
Sehingga BANYAK ORANG yg MENGERUBUNGI sampai tak terlihat KORBAN yg TERKAPAR...

maka,
tatkala seorang WARTAWAN yg ingin MENGAMBIL BERITA tapi tak bisa MENGAMBIL GAMBAR....
TIMBULAH IDE CEMERLANG untuk MENIPU orang2 yg BERKERUMUNAN BANYAK...

dg,
TERIAKAN KERAS dan LANTANG ia BERTERIAK “ MINGGIIIIRRRR MINGGIRRR...
BERI SAYA JALAN...!!!

orang2 pun TIDAK ada yg MENGUBRIS teriakan nya...

IDE ke 2 pun langsung HINGGAP di PIKIRAN nya untuk MENIPU orang2 RAMAI...

WAHAI ORANG2,
MOHON BERI SAYA JALAN, KORBAN ini adalah KELUARGA SAYA...!!

orang2 pun TERHERAN2....???

lalu,
salah satu dari mereka bertanya BAPAK INI SEBENARNYA SIAPA NYA KORBAN KOK MEMAKSA SEKALI...??

karena TERPAKSA,
Akhirnya ia pun MENGAKU AYAH NYA KORBAN...!!

maka,
Langsung semua MEMBERI JALAN....

sungguh,
ALANGKAH terkejut nya ia ternyata yg di TABRAK adalah ANAK MONYET...😁🙈

Begitu lah,
Orang yg PANDAI MENGAKU2....
dan PANDAI BERDUSTA...!!

tak beda di ZAMAN ini,
AGAMA pun di PERJUAL BELIKAN untuk MEMUASKAN HAWA NAFSU NYA sendiri...

MENGAKU TAREKAT...
MENGAKU HAKIKAT...
MENGAKU MA’RIFAT...
padahal SYARIAT saja masih ACAK KADUL alias TIDAK JELAS kemana ARAH nya..??!!

Yg lebih mengKHAWATIRKAN lagi,
Justru malah SERING MENGAKU
MENGENAL ALLAH....
NAUDZUBILLAH...

namun,
TINGKAH LAKU, KEPRIBADIAN, AKHLAK dan  PERBUATAN nya sangat JAUH dari Apa2 yg di PERINTAHKAN ALLAH dan RASUL NYA...
NAUDZUBILLAH...

mana mungkin,
ada INTELEGENT RAHASIA mengaku dg semua orang Klo SAYA adalah INTELEGENT, atau INTEL atau BIN atau AGEN RAHASIA...

KOMENTAR di MEDIA SOSIAL,
tentang MA’RIFATULLAH.....

yg,
Semestinya harus ia RAHASIA KAN,
yg cukup ia KETAHUI hanya ia dan TUHAN NYA Sahaja,

namun,
JUSTRU sangat di SAYANGKAN malah ia UMBAR KEBERSAMAAN NYA itu kemana2...

Sungguh hari ini,
Kita MELIHAT....
Kita MENDENGAR....
Kita MENYAKSIKAN...
KEPALSUAN demi KEPALSUAN ...!!
BAIK di MEDIA SOSIAL atau di MASYARAKAT ...!!

CUKUPPPPP SUDAHHHH...
Hentikan jangan di TAMBAH2 lagi...

Mohon AMPUN LAH kepada ALLAH...
dan MERENDAH lah di HADAPAN MANUSIA dan TUHAN ENGKAU....

Barang siapa yg TAWADHU’ atau MERENDAHKAN DIRI maka ALLAH akan MENGANGKAT DERAJAT engkau...

sebaliknya,
Apabila engkau SOMBONG dg APA2 yg ada pada diri ENGKAU....??!
Apalah lagi yg TIDAK ADA pada diri ENGKAU...

Maka,
SUNGGUH ALLAH akan MURKA se MURKA2 NYA karena ENGKAU telah MENJUAL JUAL NAMA ALLAH untuk KEPENTINGAN HAWA NAFSU MU sendiri ...!!
NAUDZUBILLAH...

Ingat lah,
Ketika ABU YAZID AL BUSTOMI di tanya tentang kedekatan nya bersama RASULULLAH ...???

BELIAU MENJAWAB :
“ AKU adalah LAKSANA DEBU yg MENEMPEL DI KAKI SAYYIDINA MUHAMMAD “

Klo lah,
BELIAU MERASA HINA di HADAPAN NABI NYA apalah lagi di HADAPAN TUHAN NYA...??

Klo lah,
Seorang yg Se MULIA AL IMAM AL BUSTOMI MERENDAH dg PERKATAAN yg HINA DINA...

SIAPAKAH DIRI ENGKAU SEBENAR NYA...???

PANTAS KAH dan PATUTKAH,
Engkau berkata MELEBIHI Dari PERKATAAN orang yg DERAJAT NYA Telah di TINGGIKAN oleh ALLAH Dan RASUL NYA...???

NASEHAT KAMI hanya lah satu,

Apabila BENAR,
KEDEKATAN engkau bersama ALLAH dan RASUL NYA atau bersama KEKASIH2 ALLAH yaitu WALI2 ALLAH cukup hanya 1 PERBUATAN yg MULIA yaitu “ DIAM “

kami,
HALALKAN untuk di SHARE dan di BAGIKAN...
agar menjadi ILMU yg BERMANFAAT dan menjadi ASBAB mendatangkan HIDAYAH dan RAHMAT ALLAH bagi seluruh UMAT..

maaf,
Jangan tambah KATA2 IZIN SHARE dan kami tidak menjawab PERTANYAAN apalah lagi MENAMBAH KOMENTAR...
Klo TIDAK SUKA cukup SENYUM dan TINGGALKAN insya ALLAH PAHALA juga...
“ karena SENYUMMU di HADAPAN saudaramu adalah SEDEKAH bagimu “

Klo SUKA cukup SHOLAWAT :
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
ALLAHUMMA sholli ‘ala SAYYIDINA MUHAMMAD wa ‘ala AALIHI wa SHOHBIHI wassallim
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙

PARA PECINTA SHOLAWAT :
“ TIDAK AKAN MATI dalam KEADAAN SU’UL KHOTIMAH , sebab TIDAK akan ia MAMPU menyebut NAMA SAYYIDINA MUHAMMAD kecuali atas IZIN ALLAH “

semoga bermanfaat,
“ HABIB TAHER AL HABSYI BALI “